Dalam hal pengiriman surat dengan isi yang sama seperti surat undangan,surat penawaran,dan lain-lain kepada orang,diperlukan cara cepat untuk menerjakannya.Jika surat dibuat satu persatu,tentu ini akan merepotkan.Dalam Word terdapat fasilitas cetak gabung (mail merge) untuk membuat beberapa surat dengan cepat.
Langkah-langkah untuk menggunakan fasilitas mal merge adalah sebagai berikut.
Untuk menggunakan fasilitas cetak gabung,terlebih dahulu harus di buat dua file,yaitu dokumen utama(main document)dansumber data(data source).Dokumen utama berisi data-data yg akan digabungkan ke surat(misalnya namanya dan alamat yang dituju).
Mcr terbentuk di New Jersey, aliran band yang satu ini bisa dibilang emo-rock(sebenarnya mereka menolak bila beraliran emo) meskipun terdapat sedikit unsur pop didalamnya. Kebanyakan lagu mereka Keras, cepat,dan Agresif,namun juga ada yang juga melodik (yah,kayak2 musik pop gitu lah).
Di awal tahun 2000, Gerard way (vokal) dan Mat Pelisier (dram) jalan bareng bwat nyiptain beberapa lagu, lagu pertama mereka adalah “Skylines and Turnstiles” (lagu yang mengisahkan perjalanan mereka di new york) dan juga serangan 9/11). Gerard dan Pelisier merasa puas pada lagu tersebut dan mulai mengajak Ray toro (gitar) untuk bergabung bersama. FOrmasi ini semakin solid dengan masuknya adik Gerard Way ,Mikey Way (bas) serta diikurti Frank Iero (gitar), Bersama, McR manggung di North East Corridor kemudian disusul dengan lahirnya albu pertama mereka.
2002, Eyeball records (perushaan rekaman indie) meluncurkan album pertama McR “I Brought You my Bullets, You Brought Me Your Love” sekedar informasi, album tersebut di produseri oleh Geoff Rickly (vokalis band Thursday). McR waktu itu sering di banding2kan dengan Thursday, mereka dibanding2kan karena berbagai alasan; lirik,sama2 dari New Jersey,lirik2 yang konfessional,dan sama2 berada dibawah perusahaan rekaman yang sama. Meski begitu, Thursday bukan satu-satunya inspirasi bagi McR ,band-band yang berpengaruh besar bagi McR adalah: Morrison,The Cure,The Smashing Pumpkins, dan The Misfits.
Dilihat dari segi lirik, “I Brought you my Bullets,and You Brought Me your Love” terdengan sangat gelap, dan mencerminkan rasa sakit dan depresi yang mendalam.lagu2 nya antara lain ;”Honey, This Mirror Isn’t Big Enough for the Two of Us,” “Drowning Lessons,” “Headfirst for Halos,” “Our Lady of Sorrows,”disusul “Vampires Will Never Hurt You”. Setahun kemudian (2003) Mcr direkrut oleh perusahaan rekaman raksasa “Warner Bros”.
Album kedua yang banyak dikatakan oleh sebagian besar orang beraloran emo “Three Cheers For Sweet Revenge” sukses meledak dipasaran (DUAR!!heehe) dengan Hit-singlenya “helena” McR sukses konser di seluruh belahan dunia, bahkan Helena sukses jadi lagu yang paling populer dan menjadi Ballad.disusul dengan “The Ghost Of You”,”Im Not Okay”,dan “Thank For the Venom”
Kini dengan senjata baru mereka “The Black Parade”,McR seolah ingin meninggalkan kesan “emo” dalam diri mereka meskipun di album ini juga ada sedikit unsur “dark”.Memang, Welcome To The Black Parade sukses dipasaran tapi menurut aku lagu2 di album ini tetap kurang “bunyi” atau kurang keras bila dibandingkan dengan 2 album sebelumnya.Dengan Personel yang kompak (belum pernah ganti) kita harapkan McR bisa lebih berkembang di album selanjutnya.
Manggung untuk kedua kali di Jakarta, band asal Amerika ini membuat histeria para penonton.
KALI ini mereka memang menggelar konser dengan performa lebih bernas ketimbang penampilan terdahulu.
Shadows dan kawan-kawannya pun menggempur dengan musik yang kebanyakan ber-speed tinggi ditingkahi raungan gitar ala grup metal yang pernah merajai di era 1980 dan awal 1990-an.
Sekitar 5.000 penonton yang memadati Tenis Indoor Senayan, Rabu (22/10) malam, pun dibuat puas dengan penampilan mereka.
Memang, boleh dibilang, jarang kedatangan sebuah band kedua kali untuk unjuk aksi di depan penonton mendapat sambutan luar biasa, bahkan mendapat aplaus lebih daripada penampilan perdananya. Tetapi itulah yang terjadi pada band yang juga populer dengan nama A7X ini.
Antrean panjang penonton mulai terjadi sejak siang hari. Anak-anak muda berpenampilan ala musisi metal yang sedang tren belakangan ini mendominasi penonton konser tersebut.
Tiket yang sold out sejak beberapa pekan sebelum pertunjukan dimulai membuat banyak calo menjual dengan harga amat tinggi. Tiket seharga Rp325 ribu melambung hingga sekitar Rp800 ribu. Bahkan banyak dari calo yang mencari ID card untuk diborong.
“Ya, sebelum Lebaran tiket sudah nyaris habis. Sudah laku sekitar 80% sampai 90%,” kata Adrie Subono, promotor Java Musikindo yang mendatangkan grup berlambang tengkorak bersayap itu.
Konser ini sekaligus menjadi promosi album keempat mereka yang bertajuk Avenged Sevenfold yang dirilis beberapa saat setelah mereka konser di Jakarta tahun lalu.
M Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), Synyster Gates (gitar), The Rev (drum), dan Johny Christ (bas) membawakan lagu-lagu andalan macam Critical Acclaim, Almost Easy, Scream, Afterlife, atau Dear God dalam konser yang dibuka dengan penampilan band Jibriel asal Indonesia.
Menggebrak panggung dengan lagu bertempo cepat, Critical Acclaim, A7X langsung disambut histeria para penonton yang didominasi kalangan anak baru gede. Para penonton seraya ikutan bernyanyi bersama dan berlompat-lompat juga mengacungkan salam tiga jari ala para penggemar musik metal.
Musik metal yang menggebu-gebu disajikan dengan kekuatan tata suara lumayan bagus dan tata lampu yang tidak kalah apik membuat penampilan grup tersebut nyaris sempurna.
Pindah jalur
A7X didirikan oleh Zacky Vengeance dan M Shadows ketika keduanya masih duduk di bangku sekolah menengah atas di Orange County. Kemudian mereka mengajak The Reverend Tholomew Plague (drum) dan mereka merilis album demo pada 1999 yang juga ditetapkan sebagai tahun kelahiran Avenged Sevenfold.
Pada 2002, grup ini kembali merilis album bertajuk Sounding The Seventh Trumpet yang pernah dirilis pada 2001. Dimulai dengan masuknya Synyster Gates (gitar) pada trek pertama pada album tersebut.
Mereka kemudian menjalin kerja sama dengan Hopeless Records dan merilis Waking the Fallen dengan mengeluarkan hit Mainstream, Unholy Confessions, dan Warmness on the Soul. Album ini mendapat dukungan yang tinggi dari Rolling Stones Magazine.
Tak seperti kebanyakan band yang awalnya bergabung di label utama kemudian berpindah ke jalur indie, Shadows dan kawan-kawan justru kebalikannya. Awalnya, indie kemudian mereka bergabung di label utama.
“Kami justru merasa lebih nyaman bergabung di label utama. Sebab dengan bergabung dengan mereka, semua sudah ada yang mengurus. Kami tinggal berkarya dan bermain saja,” ujar Shadows.
Sejak 2004, M Shadows (vokal), Synyster Gates (gitar), Zacky Vengeance (gitar), Johnny Christ (bas), dan The Rev (drum) dilirik Warner Music.
Setahun kemudian album mereka merilis City of Evil. Suka duka mereka lalui. Sebagai lima pemuda yang berasal dari satu sekolah, keeratan mereka tak perlu dipertanyakan lagi.
Bagaimana kisah perjuangan mereka bermusik? “Kami ngeband, empat hingga lima tahun tanpa uang. Saya harus menyetir sendiri seusai manggung. Pagi saya menyetir, saya tertidur beberapa kali. Sampai mobil masuk ke jalur lain. Tetapi buat saya itu menyenangkan,” kisah Johnny.
Dirilisnya album City of Evil pada 2005 disebabkan AS sedang jenuh dengan musik hip hop dan pop yang merajalela. Lalu mereka pun merilis album ketiganya tersebut dengan hit single Bat Country yang merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL.
Pada 2007, mereka kembali masuk studio guna merekam lagu terbaru mereka untuk album keempat. Ini adalah album penuh keempat dari kuartet asal Huntington Beach, California. Album ini resmi dirilis 30 Oktober 2007 di bawah bendera Warner Bros yang merupakan album kedua dari grup musik tersebut. (X-7)
Eri Anugerah, eri@mediaindonesia.com
PERSONEL
Nama: Matthew Charles Sanders
Nama panggung: M Shadows
Tempat/tanggal lahir: Huntington Beach, California, 31 Juli 1981.
Genre: metalcore, hard rock, post-hardcore, heavy metal, experimental rock, punk rock
Posisi: vokalis
Nama: Brian Elwin Haner Jr
Nama panggung: Synyster Gates
Posisi: gitaris
Tempat/tanggal lahir: Huntington Beach, California, 7 Juli 1981
Genre: heavy metal
Nama: Zachary James Baker
Nama panggung: Zacky Vengeance.
Tempat/tanggal lahir: Huntington Beach, California, 11 Desember 1981.
Posisi: gitaris
Genre: metalcore, hard rock, heavy metal
Sebelum bergabung di Avenged Sevenfold pernah jadi personel Mad Porno Action
Nama: James Owen Sullivan
Nama panggung: The Rev
Tanggal Lahir: 10 Februari 1981
Posisi: drummer
Genre: metalcore, hard rock, heavy metal, punk rock, avant-garde metal, third wave ska
Nama: Jonathan Lewis Seward
Nama panggung: Johnny Christ
Lahir: 18 November 1984
Posisi: basis
Genre: metal
Manggung untuk kedua kali di Jakarta, band asal Amerika ini membuat histeria para penonton.
KALI ini mereka memang menggelar konser dengan performa lebih bernas ketimbang penampilan terdahulu.
Shadows dan kawan-kawannya pun menggempur dengan musik yang kebanyakan ber-speed tinggi ditingkahi raungan gitar ala grup metal yang pernah merajai di era 1980 dan awal 1990-an.
Sekitar 5.000 penonton yang memadati Tenis Indoor Senayan, Rabu (22/10) malam, pun dibuat puas dengan penampilan mereka.
Memang, boleh dibilang, jarang kedatangan sebuah band kedua kali untuk unjuk aksi di depan penonton mendapat sambutan luar biasa, bahkan mendapat aplaus lebih daripada penampilan perdananya. Tetapi itulah yang terjadi pada band yang juga populer dengan nama A7X ini.
Antrean panjang penonton mulai terjadi sejak siang hari. Anak-anak muda berpenampilan ala musisi metal yang sedang tren belakangan ini mendominasi penonton konser tersebut.
Tiket yang sold out sejak beberapa pekan sebelum pertunjukan dimulai membuat banyak calo menjual dengan harga amat tinggi. Tiket seharga Rp325 ribu melambung hingga sekitar Rp800 ribu. Bahkan banyak dari calo yang mencari ID card untuk diborong.
“Ya, sebelum Lebaran tiket sudah nyaris habis. Sudah laku sekitar 80% sampai 90%,” kata Adrie Subono, promotor Java Musikindo yang mendatangkan grup berlambang tengkorak bersayap itu.
Konser ini sekaligus menjadi promosi album keempat mereka yang bertajuk Avenged Sevenfold yang dirilis beberapa saat setelah mereka konser di Jakarta tahun lalu.
M Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), Synyster Gates (gitar), The Rev (drum), dan Johny Christ (bas) membawakan lagu-lagu andalan macam Critical Acclaim, Almost Easy, Scream, Afterlife, atau Dear God dalam konser yang dibuka dengan penampilan band Jibriel asal Indonesia.
Menggebrak panggung dengan lagu bertempo cepat, Critical Acclaim, A7X langsung disambut histeria para penonton yang didominasi kalangan anak baru gede. Para penonton seraya ikutan bernyanyi bersama dan berlompat-lompat juga mengacungkan salam tiga jari ala para penggemar musik metal.
Musik metal yang menggebu-gebu disajikan dengan kekuatan tata suara lumayan bagus dan tata lampu yang tidak kalah apik membuat penampilan grup tersebut nyaris sempurna.
Pindah jalur
A7X didirikan oleh Zacky Vengeance dan M Shadows ketika keduanya masih duduk di bangku sekolah menengah atas di Orange County. Kemudian mereka mengajak The Reverend Tholomew Plague (drum) dan mereka merilis album demo pada 1999 yang juga ditetapkan sebagai tahun kelahiran Avenged Sevenfold.
Pada 2002, grup ini kembali merilis album bertajuk Sounding The Seventh Trumpet yang pernah dirilis pada 2001. Dimulai dengan masuknya Synyster Gates (gitar) pada trek pertama pada album tersebut.
Mereka kemudian menjalin kerja sama dengan Hopeless Records dan merilis Waking the Fallen dengan mengeluarkan hit Mainstream, Unholy Confessions, dan Warmness on the Soul. Album ini mendapat dukungan yang tinggi dari Rolling Stones Magazine.
Tak seperti kebanyakan band yang awalnya bergabung di label utama kemudian berpindah ke jalur indie, Shadows dan kawan-kawan justru kebalikannya. Awalnya, indie kemudian mereka bergabung di label utama.
“Kami justru merasa lebih nyaman bergabung di label utama. Sebab dengan bergabung dengan mereka, semua sudah ada yang mengurus. Kami tinggal berkarya dan bermain saja,” ujar Shadows.
Sejak 2004, M Shadows (vokal), Synyster Gates (gitar), Zacky Vengeance (gitar), Johnny Christ (bas), dan The Rev (drum) dilirik Warner Music.
Setahun kemudian album mereka merilis City of Evil. Suka duka mereka lalui. Sebagai lima pemuda yang berasal dari satu sekolah, keeratan mereka tak perlu dipertanyakan lagi.
Bagaimana kisah perjuangan mereka bermusik? “Kami ngeband, empat hingga lima tahun tanpa uang. Saya harus menyetir sendiri seusai manggung. Pagi saya menyetir, saya tertidur beberapa kali. Sampai mobil masuk ke jalur lain. Tetapi buat saya itu menyenangkan,” kisah Johnny.
Dirilisnya album City of Evil pada 2005 disebabkan AS sedang jenuh dengan musik hip hop dan pop yang merajalela. Lalu mereka pun merilis album ketiganya tersebut dengan hit single Bat Country yang merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL.
Pada 2007, mereka kembali masuk studio guna merekam lagu terbaru mereka untuk album keempat. Ini adalah album penuh keempat dari kuartet asal Huntington Beach, California. Album ini resmi dirilis 30 Oktober 2007 di bawah bendera Warner Bros yang merupakan album kedua dari grup musik tersebut. (X-7)
Eri Anugerah, eri@mediaindonesia.com
PERSONEL
Nama: Matthew Charles Sanders
Nama panggung: M Shadows
Tempat/tanggal lahir: Huntington Beach, California, 31 Juli 1981.
Genre: metalcore, hard rock, post-hardcore, heavy metal, experimental rock, punk rock
Posisi: vokalis
Nama: Brian Elwin Haner Jr
Nama panggung: Synyster Gates
Posisi: gitaris
Tempat/tanggal lahir: Huntington Beach, California, 7 Juli 1981
Genre: heavy metal
Nama: Zachary James Baker
Nama panggung: Zacky Vengeance.
Tempat/tanggal lahir: Huntington Beach, California, 11 Desember 1981.
Posisi: gitaris
Genre: metalcore, hard rock, heavy metal
Sebelum bergabung di Avenged Sevenfold pernah jadi personel Mad Porno Action
Nama: James Owen Sullivan
Nama panggung: The Rev
Tanggal Lahir: 10 Februari 1981
Posisi: drummer
Genre: metalcore, hard rock, heavy metal, punk rock, avant-garde metal, third wave ska
Nama: Jonathan Lewis Seward
Nama panggung: Johnny Christ
Lahir: 18 November 1984
Posisi: basis
Genre: metal
Speed Metal, bagi sebagian orang mungkin itu musik yang cenderung katro, gak musim lagi.
Akankah salah satu aliran dari musik rock yang sempat tenggelam itu diramalkan bakal mencuat dan kembali menjadi trend.
Di indonesia speed metal memang telah lama tidak terdengar gaungnya karena terkubur oleh band-band baru yang lebih banyak memainkan pop rock. Kini tren musik kita yang banyak bertema cinta dan malah cenderung minim permainan skill lebih diterima masyarakat. Suguhkan solo/lead guitar dianggap sudah tak laku lagi. Contoh band lokal seperti Power Metal, mereka tidak lagi dapat mudah diterima. Selain memang sudah dimakan usia, banyak orang menganggap tren mereka sudah habis. Padahal dulu mereka termasuk barometer untuk musik rock indonesia. Paling tidak lagu-lagu mereka dibawakan pada festival-festival band diberbagai tingkatan.
Lahirnya band-band macam A7X, Dragonfly atau DragonForce etc. seolah membangkitkan kembali semangat yang pernah diusung band2 tempo doeloe macam Judaspriest atau Helloween.
A7X alias Avenged Sevenfold adalah salah satu dari band Metalcore yang mengusung tema speed metal. Old School Metal yang mereka usung dikemas secara modern. Musik mereka kini mulai diterima oleh pencinta musik rock. Kepopuleran mereka pun disejajarkan dengan My Chemical Romance.
Band yang terbentuk di California ini mendapat dukungan yang tinggi dari majalah Rolling Stones setelah mereka merilis Walking The Fallen dengan hits Mainstream dan Unholy Confussions.
Duet gitaris mereka Synyster Gates dan Zacky Vengeance kini menjadi perbincangan dikalangan para gitaris dunia termasuk Indonesia. Permainan mereka yang neoclassical speed metal/shred mengingatkan duet Cacophony, Marty Friedman and Jason Becker.
Point plus yang membuat mereka mudah diterima masyarakat adalah dandanan mereka yang sesuai dengan trend saat ini. Mereka tampil tidak dengan kostum ketat warna-warni dengan motif kulit hewan dan asesoris yang berlebihan layaknya band-band era tahun 80an.
Band yang ogah disebut emo atau screamo ini berada dibawah naungan Hopeless Records. Mereka udah dua kali bolak balik Indonesia buat perform di Jakarta yaitu pada awal Agustus 2007 dan pada tanggal 22 Oktober 2008.
Semoga band seperti A7X ini dapat mengangkat kembali trend speed metal dan akan ada band-band baru di negeri ini yang akan mengikuti jejak mereka. Dan yang paling penting adalah musik mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Tanpa ada label katro, udik dan kampungan. Semoga…
Anggota A7X saat ini: M. Shadows – Vokal, Synyster Gates – Lead Guitar, Zacky Vengeance – Rhythm Guitar, Johnny Christ – Bass Guitar dan The Rev – Drums.
Mantan Anggota: Justin Sane – Bass Gitar, Dameon Ash – Bass Gitar, Shattered NomiB – Basses.
Diskografi:
1. Sounding the Seventh Trumpet (2001)
2. Warmness on the Soul EP (2001)
3. Sounding the Seventh Trumpet (2002) rilis ulang
4. Waking the Fallen (2003)
5. City of Evil (2005)
6. Avenged Sevenfold Self-Titled Album (2007)
7. Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)
Speed Metal, bagi sebagian orang mungkin itu musik yang cenderung katro, gak musim lagi.
Akankah salah satu aliran dari musik rock yang sempat tenggelam itu diramalkan bakal mencuat dan kembali menjadi trend.
Di indonesia speed metal memang telah lama tidak terdengar gaungnya karena terkubur oleh band-band baru yang lebih banyak memainkan pop rock. Kini tren musik kita yang banyak bertema cinta dan malah cenderung minim permainan skill lebih diterima masyarakat. Suguhkan solo/lead guitar dianggap sudah tak laku lagi. Contoh band lokal seperti Power Metal, mereka tidak lagi dapat mudah diterima. Selain memang sudah dimakan usia, banyak orang menganggap tren mereka sudah habis. Padahal dulu mereka termasuk barometer untuk musik rock indonesia. Paling tidak lagu-lagu mereka dibawakan pada festival-festival band diberbagai tingkatan.
Lahirnya band-band macam A7X, Dragonfly atau DragonForce etc. seolah membangkitkan kembali semangat yang pernah diusung band2 tempo doeloe macam Judaspriest atau Helloween.
A7X alias Avenged Sevenfold adalah salah satu dari band Metalcore yang mengusung tema speed metal. Old School Metal yang mereka usung dikemas secara modern. Musik mereka kini mulai diterima oleh pencinta musik rock. Kepopuleran mereka pun disejajarkan dengan My Chemical Romance.
Band yang terbentuk di California ini mendapat dukungan yang tinggi dari majalah Rolling Stones setelah mereka merilis Walking The Fallen dengan hits Mainstream dan Unholy Confussions.
Duet gitaris mereka Synyster Gates dan Zacky Vengeance kini menjadi perbincangan dikalangan para gitaris dunia termasuk Indonesia. Permainan mereka yang neoclassical speed metal/shred mengingatkan duet Cacophony, Marty Friedman and Jason Becker.
Point plus yang membuat mereka mudah diterima masyarakat adalah dandanan mereka yang sesuai dengan trend saat ini. Mereka tampil tidak dengan kostum ketat warna-warni dengan motif kulit hewan dan asesoris yang berlebihan layaknya band-band era tahun 80an.
Band yang ogah disebut emo atau screamo ini berada dibawah naungan Hopeless Records. Mereka udah dua kali bolak balik Indonesia buat perform di Jakarta yaitu pada awal Agustus 2007 dan pada tanggal 22 Oktober 2008.
Semoga band seperti A7X ini dapat mengangkat kembali trend speed metal dan akan ada band-band baru di negeri ini yang akan mengikuti jejak mereka. Dan yang paling penting adalah musik mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Tanpa ada label katro, udik dan kampungan. Semoga…
Anggota A7X saat ini: M. Shadows – Vokal, Synyster Gates – Lead Guitar, Zacky Vengeance – Rhythm Guitar, Johnny Christ – Bass Guitar dan The Rev – Drums.
Mantan Anggota: Justin Sane – Bass Gitar, Dameon Ash – Bass Gitar, Shattered NomiB – Basses.
Diskografi:
1. Sounding the Seventh Trumpet (2001)
2. Warmness on the Soul EP (2001)
3. Sounding the Seventh Trumpet (2002) rilis ulang
4. Waking the Fallen (2003)
5. City of Evil (2005)
6. Avenged Sevenfold Self-Titled Album (2007)
7. Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)
Speed Metal, bagi sebagian orang mungkin itu musik yang cenderung katro, gak musim lagi.
Akankah salah satu aliran dari musik rock yang sempat tenggelam itu diramalkan bakal mencuat dan kembali menjadi trend.
Di indonesia speed metal memang telah lama tidak terdengar gaungnya karena terkubur oleh band-band baru yang lebih banyak memainkan pop rock. Kini tren musik kita yang banyak bertema cinta dan malah cenderung minim permainan skill lebih diterima masyarakat. Suguhkan solo/lead guitar dianggap sudah tak laku lagi. Contoh band lokal seperti Power Metal, mereka tidak lagi dapat mudah diterima. Selain memang sudah dimakan usia, banyak orang menganggap tren mereka sudah habis. Padahal dulu mereka termasuk barometer untuk musik rock indonesia. Paling tidak lagu-lagu mereka dibawakan pada festival-festival band diberbagai tingkatan.
Lahirnya band-band macam A7X, Dragonfly atau DragonForce etc. seolah membangkitkan kembali semangat yang pernah diusung band2 tempo doeloe macam Judaspriest atau Helloween.
A7X alias Avenged Sevenfold adalah salah satu dari band Metalcore yang mengusung tema speed metal. Old School Metal yang mereka usung dikemas secara modern. Musik mereka kini mulai diterima oleh pencinta musik rock. Kepopuleran mereka pun disejajarkan dengan My Chemical Romance.
Band yang terbentuk di California ini mendapat dukungan yang tinggi dari majalah Rolling Stones setelah mereka merilis Walking The Fallen dengan hits Mainstream dan Unholy Confussions.
Duet gitaris mereka Synyster Gates dan Zacky Vengeance kini menjadi perbincangan dikalangan para gitaris dunia termasuk Indonesia. Permainan mereka yang neoclassical speed metal/shred mengingatkan duet Cacophony, Marty Friedman and Jason Becker.
Point plus yang membuat mereka mudah diterima masyarakat adalah dandanan mereka yang sesuai dengan trend saat ini. Mereka tampil tidak dengan kostum ketat warna-warni dengan motif kulit hewan dan asesoris yang berlebihan layaknya band-band era tahun 80an.
Band yang ogah disebut emo atau screamo ini berada dibawah naungan Hopeless Records. Mereka udah dua kali bolak balik Indonesia buat perform di Jakarta yaitu pada awal Agustus 2007 dan pada tanggal 22 Oktober 2008.
Semoga band seperti A7X ini dapat mengangkat kembali trend speed metal dan akan ada band-band baru di negeri ini yang akan mengikuti jejak mereka. Dan yang paling penting adalah musik mereka dapat diterima masyarakat dengan baik. Tanpa ada label katro, udik dan kampungan. Semoga…
Anggota A7X saat ini: M. Shadows – Vokal, Synyster Gates – Lead Guitar, Zacky Vengeance – Rhythm Guitar, Johnny Christ – Bass Guitar dan The Rev – Drums.
Mantan Anggota: Justin Sane – Bass Gitar, Dameon Ash – Bass Gitar, Shattered NomiB – Basses.
Diskografi:
1. Sounding the Seventh Trumpet (2001)
2. Warmness on the Soul EP (2001)
3. Sounding the Seventh Trumpet (2002) rilis ulang
4. Waking the Fallen (2003)
5. City of Evil (2005)
6. Avenged Sevenfold Self-Titled Album (2007)
7. Live in the LBC & Diamonds in the Rough (2008)
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!